Senin, 30 Juni 2014
Kamis, 19 Juni 2014
“Ketidaksabaran dalam Menanti Pemenuhan Janji Tuhan Membuahkan Persoalan & Derita” (Kejadian 21 : 8 – 21)
Orang bilang “menunggu adalah
pekerjaan yang paling membosankan. Menanti adalah hal yang paling
menjengkelkan”. Betul ko sonde? Menunggu atau menanti orang, menanti kapan
janji dipenuhi, menanti apa saja, menunggu siapa saja… meski kita lakukan dalam
keadaan diam… itu adalah hal yang paling menguras energy. Apalagi yang kita
tunggu / nantikan itu sesuatu yang sangat kita inginkan / hal yang sangat kita
harapkan. Yang seringkali terjadi adalah dalam menanti kita seringkali tidak
sabar, karena itu kita bertindak / melakukan hal yang kita anggap baik untuk segera
memenuhi keinginan / harapan kita. Kalau terlalu lama sampai tujuan, jalan
pintas saja.
Alkitab memberikan kepada kita
informasi tentang keluarga Abram & Sarai yang pernah menanti pemenuhan
janji Tuhan dalam kurun waktu yang sangat lama.
Sejak Allah memanggil Abram
& berjanji kepada Abram bahwa Allah akan memberkati dia, dan Allah akan
menjadikan Abram, keturunannya sebagai suatu bangsa yang besar… Abram &
Sarai menjalani hidup dalam penantian yang panjang. Sampai usia mereka sudah
sangat tua, secara fisik tak mungkin lagi Sarai hamil & melahirkan, Sarai
& Abram bertindak mendahului janji Allah. Sarai memberikan Hagar hambanya
kepada Abram, lalu menyuruh Abram tidur dengan Hagar sehingga Hagar bisa
melahirkan Anak untuk Sarai. Sarai & Abram tak sabar menunggu Tuhan Allah
memenuhi janjiNya kepada mereka, sehingga mereka ambil jalan pintas. Buat apa
saja yang penting dapat anak. Alkitab mencatat, Hagar akhirnya Mengandung dan
melahirkan anak laki – laki bagi Abram, dank arena statusnya budak / hamba maka
anak itu secara hokum adalah anak Sarai. Keinginan & harapan Abram &
Sarai untuk punya anak, punya keturunan terpenuhi. Tetapi sikap & tindakan
jalan pintas mereka karena tak sabar menanti Tuhan memenuhi janjiNya itu
berakibat buruk, bagi mereka berdua sebagai suami istri, berakibat buruk bagi
Hagar & Ismail, juga bagi Ishak anak mereka. Kejadian 16 mencatat : Ketika
Hagar tahu bahwa ia telah mengandung, ia memandang rendah Sarah, nyonyanya.
Sarah sakit hati. Posisi Abram menjadi sulit, antara membela perempuan yang
sedang mengandung anaknya atau membela istri yang dikasihinya. Hagar pun
menderita sejak hamil sampai anaknya mulai besar. Sarah menindas Hagar sehingga
Hagar melarikan diri dalam keadaan hamil. Bahkan Pembacaan kita tadi memberi informasi bahwa :
Pada saat Tuhan memenuhi janjinya : Sarah mengandung dan melahirkan Ishak di
saat Ismail sudah berumur sekitar 14 - 16 tahun pun, Hagar masih memikul derita
itu. Ada 3 hal penting dalam pembacaan ini : Mari kita lihat bersama :
1. Sarah
memperhatikan ketika Ishak anaknya sedang main dengan Ismail anak Hagar. Terjemahan kata sedang
main ini adalah mengolok – olok. Saya membayangkan sama seperti kebanyakan
kakak beradik usia remaja & anak
kecil yang main bersama. Melihat hal ini muncul kekuatiran pada diri Sarah
tentang warisan dan hak waris. Tentu Ishak anaknya akan menjadi pewaris utama,
tetapi ada juga Ismail anak Abram yang lain, yang secara fisik tentu lebih kuat
dan lebih tua dari Ishak… Bisa jadi Ismail yang akan menguasai semua warisan.
Kekuatiran ini membuat Sarah menyuruh Abraham mengusir Hagar & Ismail
anaknya itu. Ini berarti Sarah mulai menganggap Ismail & Hagar sebagai
pengganggu kenyamanan hidup keluarganya hari ini dan di masa depan. Pada saat itu Sarah tak ingat lagi bahwa
Ismail & Hagar itu ada pada posisi demikian karena sikap & tindakannya
pada waktu lalu di saat ia tak sabar menanti pemenuhan janji Tuhan.
Saya ingin kita semua menggaris
bawahi hal ini : Sikap & tindakan yang kita ambil di saat kita tak sabar
menantikan pemenuhan janji Tuhan dalam hidup kita hanya akan menimbulkan
persoalan baru yang membuat kita menderita, dan orang lain yang kita ikut
sertakan dalam hal ini pun ikut menderita. Saya catat di sini :
a. Sarah
menderita tekanan batin karena diolok dan dipandang rendah oleh Hagar.
b. Abraham
: berada di posisi sulit. Mau bela istri atau budak perempuan yang telah
melahirkan anak baginya. Mau bela Ismail atau Ishak.
c. Ishak
: Kenyamanannya sebagai anak terganggu.
d. Hagar
: Haknya sebagai perempuan yang telah melahirkan anak bagi seorang laki – laki,
yang mestinya dihargai justru diabaikan. Ditindas lahir batin dan diusir
sehingga ia berjuang sendiri menjadi orangtua tunggal bagi Ismail anaknya.
e. Ismail
: Dipisahkan dari ayahnya. Mengalami kekurangan air sehingga kehausan sampai
menangis penuh derita.
Lagi sekali saudara : Sikap & tindakan yang kita ambil di
saat kita tak sabar menantikan pemenuhan janji Tuhan dalam hidup kita hanya
akan menimbulkan persoalan baru yang membuat kita dan orang lain menderita.
Bapa ibu saudara & saya lebih
tahu apa keinginan dan harapan masing – masing kita. Apa yang kita doakan. Apa
yang kita minta dari Tuhan. Apapun itu, Tuhan Allah & Bapa kita berjanji
akan memelihara dan memberikan yang terbaik bagi anak – anaknya, yang percaya
kepadaNya, hidup taat pada kehendaknya, bekerja dengan tekun dan rajin. Entah
kapan Tuhan memenuhi keinginan dan harapan kita, doa – doa kita. Entahkah Tuhan
memberi sesuai yang kita harapkan atau yang berbeda dengan itu… yang pasti
Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik.
Yang
diminta dari kita adalah berjuang, menanti dengan sabar dan bersikap /
bertindak sesuai keinginan / kehendak Tuhan.
Ini penting saudaraku… karena
kita hidup di zaman yang dicirikan dengan trend : orang punya banyak sekali keinginan untuk
membuat dirinya bahagia tetapi tidak mau bekerja keras dan bersabar. Mau cepat
dapat… mau cepat jadi. Kalau bisa, kerja
sedikit hasilnya banyak… bahkan lebih baik lagi kalau diam – diam tapi dapat
banyak… istilah orang Kupang “HG”. Apa itu HG???? Ya benar HARAP GAMPANG….
Semua yang instan & HG itu memang kelihatan dan rasanya enak, tapi
percayalah selalu ada pihak yang dikorbankan dan menderita. Kita dan orang di
sekitar kita. Contoh : Mie instan itu enak. Harganya lebih mahal dari sayur
sawi. Yang paling enak dari mie instan di saat lapar adalah : masak cepat,
aromanya menggiurkan, enak di lidah… tapi apakah mie instan bikin sehat???
Tidak. Orang2 yang belajar ilmu gizi
& kesehatan bilang : Makan mie instan & makanan instan lainnya terus -
menerus buat kita hemat waktu kerja dan juga hemat waktu hidup di dunia karena
segala penyakit yang ditimbulkan olehnya… (Obesitas / kegemukan seperti saya,
Kolestrol, Asam urat, gula darah dll… silahkan sebut sendiri)
Contoh lain : Main judi memakai :
Kartu, TJ, Foker, KP, Taruhan Bola, togel dll yang kita semua tau bisa untuk menggandakan
uang secara cepat itu : kelihatannya enak saja… duduk, hitung sana- sini, tak
keluar keringat, kalau beruntung menang dapat uang cepat dan banyak. Tapi
percayalah di saat kita menang : selalu ada pihak yang dirugikan. Anak – istri
– suami kita makan dari apa yang alkitab bilang : ROTI KEMALASAN. Kalaupun
jumlahnya banyak itu tidak akan jadi berkat. Orang Kupang bilang “makan berapa
banyak pun, sonde akan jadi darah daging”. Saat kita makan pun, ada orang yang
menangis. Siapa mereka? Istri – anak – suami dari orang yang kalah dari kita
dalam permainan itu. Kenapa begitu? Saya yakin tak ada keluarga yang secara
sadar sepakat waktu ba’ator uang dalam rumah, dengan sengaja sisihkan : Ini
Modal judi ee… yang ada orang main judi pakai modal uang yang seharusnya untuk
beli sayur atau uang sekolah anak dll…. Betul ko sonde?
Saudaraku, Semua yang instan
& HG itu memang kelihatan dan rasanya enak dan baik tetapi semua itu
menunjukkan bahwa kita sedang merendahkan kuasa / kemampuan yang Tuhan berikan
pada setiap kita untuk menjalani hidup dengan
berdaya upaya, dengan tekun dan sabar
sambil percaya bahwa Tuhan akan memberkati kita dengan berkat yang cukup.
Saudaraku… silahkan punya
keinginan & harapan, silahkan bergumul dengan semua itu, berusaha sedapat
mungkin, berserah kepada Tuhan, bersabarlah menanti pemenuhan janji Tuhan
dengan percaya entahkah harapan kita terkabul atau tidak Tuhan tau, dan Tuhan
pasti memberi yang terbaik untuk kita.
Belajar dari soal keluarga
Abraham: Jika sekarang kita mengalami masalah, jangan cepat salahkan orang
lain, tapi periksa kembali sejarah hidup kita, karena bisa jadi apa yang kita alami
hari ini akibat sikap & tindakan kita di masa lalu. Jangan seperti Sarah
yang mempersalahkan lalu mengusir Hagar & Ismail. Ini berarti juga, jika
kita ingin hidup baik di masa depan,
mari kita jalani hari dengan bersikap, bertindak dan mengambil keputusan yang
benar dengan percaya bahwa Tuhan akan tetap memelihara & memberikan apa
yang terbaik menurut pandanganNya bagi kita anak – anakNya. Jangan ambil jalan
pintas, pilih jalan instan & Harap gampang hari ini, supaya besok kita
& sesama hidup baik.
2. Hagar
& Ismail menderita akibat pengusiran itu. Kita bertanya Allah yang
menciptakan Ismail ada dimana? Apakah Allah tinggal diam? Tidak. Allah
mendengar tangisan Ismail. Allah mendengar & menguatkan Hagar dalam
keputus-asaannya. Allah tidak berpangku
tangan. Tuhan Allah bertinda. Membuka mata Hagar & menguatkan pengharapan
Hagar. Tuhan Allah berjanji & bertindak memelihara Ismail juga. Saudaraku…
mungkin saat ini saudara sedang menjadi korban karena tindakan sesama yang tak
sabar menanti janji Tuhan… Mungkin saudara adalah seorang perempuan yang menjadi orangtua tunggal bagi anakmu... Mungkin saudara hidup dengan menangis, berkawan
dengan derita…
Saudaraku… jangan menyerah… jangan putus asa… berteriaklah
memanggil nama Tuhan… Suara saudara & anak saudara akan sampai ke Telinga
Tuhan Allah kita. Tuhan Allah akan bertindak tepat pada waktuNya untuk menyelamatkan
kita.
Tuhan Allah telah bertindak karena peduli pada Hagar & Ismail, maka sebagai gereja baiklah kita pun bersikap peduli terhadap para perempuan yang bergumul menjadi orangtua tunggal & baiklah kita bersedia menerima anak - anak yang lahir tanpa pengakuan "ayahnya" agar mereka hidup selayaknya dan bangkit menuju masa depan.
Menangisi nasib /
keadaan memang akan membuat kita lega tapi itu tak cukup… mengapa karena saat
kita menangisi nasib / meratapi diri kita hanya focus pada diri sendiri. Tetapi
ketika kita bangun dan bertindak dengan berserah pada campur tangan Tuhan kita
akan menemukan sumber – sumber kehidupan, seperti Hagar yang di saat ia
berhenti menangis, Tuhan membuka matanya sehingga ia menemukan sumur, sumber
air bagi anaknya. Amin.
Rabu, 18 Juni 2014
Minggu, 13 April 2014
Minggu, 09 Maret 2014
tiket promo
<iframe width="300" height="300" frameborder="0" scrolling="no" src="http://www.utiket.com/api2/bestpromoflights.asp?lng=indonesia&cur=IDR&domestic=&pid=&size=300&dep=KOE&des="></iframe>
Jumat, 10 Januari 2014
Saat Menjalani Ujian adalah Saat Kita Dimurnikan Tuhan
Saat Menjalani Ujian adalah Saat Kita Dimurnikan
Tuhan
( Mazmur 66 : 1 – 12 )
Nats Pembimbing : Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah
memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak (Mazmur 66:10)
Orang beragama & orang atheis,
orang tahanan dan orang bebas, dia yang terkenal baik dan saya yang terkenal
jahat, punya harapan yang sama. Setiap orang berharap agar dirinya baik – baik
saja, hidupnya terhindar dari berbagai
tantangan dan kesulitan. Mau bukti ?
1.
Pendeta yang biasanya dapat cap
“orang baik” tiap hari menjalankan
pelayanan sambil berharap dirinya sehat,
punya cukup uang dan bahagia bersama keluarga.
2.
Apakah ada orang yang jalankan
rencana perampokan sambil berharap… semoga kali ini beta gagal merampok? Apakah
ada seorang pencuri yang bongkar orang
pung rumah malam – malam sambil berharap “semoga kali ini beta ditangkap”? ada
ko? Tidak ada…
Semua orang, yang buat baik ataupun
yang buat jahat punya harapan yang sama, dirinya baik – baik saja, sehat –
aman, bahagia dst. Setuju??? … Terima kasih
Manusia adalah mahluk yang suka
menilai dan cepat memberi respon terhadap perilaku sesame yang dipandang jahat.
Contoh : kalau ada teman
yang suka bacari hal, kita akan nilai dia sebagai “orang jahat” dan kita
akan berusaha untuk menghindari dia. Kalau suatu ketika dia mendapat ganjaran
karena perbuatan jahatnya, kita bilang apa? Apakah kita bilang “ee kasian dia
ee” atau kita bilang “surasa…mampooooosss!!!!”. Lebih banyak yang mana? Antara
“ee kasian dia dan surasa .. mampos” mana yang lebih sering kita ucapkan??? Silahkan
jawab sendiri.
Reaksi seseorang terhadap kesulitan
yang sedang ia hadapi, (terlepas dari penyebab kesulitan itu, apakah dirinya
sendiri atau orang lain sebagai penyebab),
sangat dipengaruhi oleh tanggapan / reaksi orang – orang di sekitarnya.
Jika orang – orang di sekitar dia
memberi reaksi positif : menguatkan dan mendukung dia agar tabah dan kuat
menjalani kesulitan itu, maka seiring dengan berjalannya waktu dia akan menjadi
sadar bahwa dia terbatas, manusia biasa yang punya salah tetapi mau berubah
menjadi baik.
Tetapi jika orang – orang di
sekitarnya memberi reaksi negative : mengecam dan mengucilkan dia maka seiring dengan berjalannya waktu dia
akan berusaha membangun mekanisme pertahanan diri agar orang lain menganggap dia
benar dan juga kan sangat membenci dan menolak kesulitan yang sedang
dihadapinya. Dia menjadi pendendam. Menjalani masa sulit sambil merencanakan
pembalasan dendam… Lu tunggu eee… beta keluar dari sini lu abis…begini – begini
beta su pernah hidup di Rutan ni…
Saudaraku bagaimana pandangan kristen
tentang kesulitan dan tantangan hidup yang kita alami, baik itu kesulitan
akibat perbuatan kita sendiri maupun
kesulitan karena perbuatan orang lain maupun system???
Pembacaan Alkitab tadi adalah mazmur
yang berisi nyanyian syukur Israel karena Allah telah menolong mereka dari
berbagai kesulitan hidup. Mereka
menjalani hidup yang sulit :
1.
Dikejar musuh tetapi Allah membuka
jalan yang tak mungkin menurut manusia (membelah laut teberau menjadi jalan
untuk umat menyelamatkan diri dan membuka jalan di tengah sungai yordan
sehingga umat di bawah pimpinan Yosua bisa menyeberang) _ Ay.6
2.
Mengalami tekanan dan ancaman dari
bangsa lain yang menjadi musuh tetapi Allah membuat mereka menang dalam
berbagai peperangan. _Ay.7
3.
Allah mempertahankan jiwa mereka di
dalam hidup dan tidak membiarkan kaki mereka goyah_Ay.9
Umat Israel meyaksikan bahwa setiap
keadaan itu membuat mereka menjadi sama seperti orang yang sedang terjerat
dalam jaring di bawah air sambil mengikat beban di pinggang sehingga tak
berdaya untuk bisa melepaskan diri. Sementara
Mereka mau melepaskan diri, ada orang yang jalan di atas kepala mereka sehingga
tak mereka tak berdaya. Tetapi Allah melepaskan mereka karena itu mereka
mengajak semua orang untuk menyanyikan kuasa kebesaran dan kasih setia Allah
yang melepaskan dan membebaskan itu. Yang menarik di sini adalah umat Israel
memahami bahwa setiap kesulitan itu mereka alami karena Tuhan sedang memurnikan
mereka, seperti orang yang memurnikan perak.
Seperti perak dimurnikan dengan api,
hidup kita pun seringkali dimurnikan oleh Tuhan dalam tungku kesulitan dan
tantangan yang membuat kita menderita jiwa dan raga.. Dalam kesedihannya
pemazmur berkata, “Kami telah menempuh api” (Mazmur 66:12).
Proses pemurnian memang dapat sangat
menyakitkan, tetapi tidak akan menghancurkan. Allah, Sang Pemurni duduk di
dekat tungku untuk menjaga nyala api. Dia tidak akan membiarkan kita dicobai
melebihi kemampuan kita; ketika saya
sakit parah, ketika saudara berada dalam tahanan, ketika saudara
mengalami masalah RT, percayalah Allah tidak jauh, Allah ada bersama dan di
dekat kita. Allah sudah memperhitungkan
semua hal ini kita alami demi kebaikan kita.
Mungkin ada yang bilang : iya pdt
omong begitu karena sonde rasa beratnya hidup di tahanan na… saya memang tak
merasakannya secara langsung tapi saya bisa membayangkan : betapa tak enaknya berpisah dgn keluarga
dan jauh dari rumah, betapa meresahkan saat menunggu waktu sidang dalam
ketidak-pastian, dan hati yang sakit
mengingat semua kenangan indah saat hidup bebas.
Saudaraku… Kita barangkali tidak
dapat mengerti mengapa kita harus menanggung kesengsaraan tahun demi tahun.
Cobaan seakan-akan tidak akan pernah berakhir dan tidak ada tujuannya.
Hari-hari yang kita jalani tampaknya berlalu dengan sia-sia. Kita merasa
seakan-akan tidak melakukan sesuatu hal yang berarti.
Akan tetapi saudaraku, Allah tidak
pernah mengerjakan sesuatu yang sia- sia—kita sedang dimurnikan. Dia
menempatkan kita ke dalam tungku pencobaan supaya kita memperoleh kesabaran,
ketaatan, kerendahan hati, belas kasih, dan juga keunggulan lain yang belum
kita miliki.
Jadi, janganlah takut dan jangan
menggerutu. Pencobaan saya dan saudara saat ini, betapa pun pedihnya, sudah disaring
melalui hikmat dan kasih Allah.
Ingatlah Allah, Sang Pemurni sedang duduk
di samping tungku, menjaga nyala api, mengamati prosesnya, menunggu dengan
sabar sampai wajah-Nya terpantul di permukaan hidup kita, sampai hidup kita
memancarkan kasih dan kemuliaanNya.
Kekasih – kekasih Tuhan, dari
perenungan ini saya mau menekankan 2 hal ini bagi kita :
1.
Bagi saudara yang adalah tahanan :
betatapun keadaan di tempat ini sulit, tetaplah memiliki harapan yang baik, karena
harapan yang baik akan mendorong kita untuk bertahan sampai pada akhirnya.
Saudara keluar dengan keberuntungan : Hidup saudara telah dimurnikan Tuhan dan
saudara menjadi berkat untuk kami yang di luar tahanan. Dalam menjalani masa
sulit ini, bersandarlah pada Tuhan. Entahkah ujung jalan hamper ditemui ataukah
masih jauh, Tuhan akan setia menuntun saudara.
Tuhan menjadi tempat pengungsianmu. Tuhan mengenal orang – orang yang berlindung
padaNya.
2.
Bagi kita yang bukan tahanan :
Didiklah diri sendiri untuk selalu memberi tanggapan / reaksi positif dan
menghindarkan diri dari mengecam para tahanan. Jangan pernah bilang “surasaaaa
atau mampoooosssss !!! …. pada mereka.Belajarlah untuk lihat cermin dulu
sebelum member tanggapan / reaksi.
Mari dukung dan berjuang bersama mereka agar ada pertobatan,
ada keadilan dan kebenaran yang nyata. Karena mereka juga adalah sesame kita,
sebelah badan kita (Aok Bian – Dalek Esa – Satu perut).
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
“Sang Pendeta” Kalau ia muda dianggap kurang pengalaman Tapi bila rambutnya beruban, ia dianggap terlalu tua Kalau keluarganya be...
-
Tuhan Itu Penopang dan Penegak Bagi Semua Orang Yang Jatuh & Tertunduk (Mazmur 145 : 8 -21) Setiap orang pasti pernah mengal...
-
Tanggapan Jemaat Terhadap Karya Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2 : 41 - 47) Nats Pemb : Filip 2 : 1-3a Salah satu ciri mahluk hi...
-
Orang bilang “menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan. Menanti adalah hal yang paling menjengkelkan”. Betul ko sonde? Menunggu...
-
Nats Pembimbing : Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak ( Mazmur 66:10 ) Or...
-
Setiap orang yang sadar akan kesalahannya di masa lalu dan memutuskan untuk bertobat, tentu pernah bertanya, paling kurang pada dirinya se...
-
Pemahaman Alkitab II Tawarikh 17 : 1 – 19 Senin, 01 Juli 2013 I. Pengantar Pada saat seseorang atau sekelompok o...
-
Tanggapan Tuhan terhadap Sikap Hidup Kita Kebanyakan orang akan memikirkan tanggapan orang lain terhadap kata-kata dan sikapnya. Kita in...
-
How am I supposed to live without you I could hardly believe it When I heard the news today I had to come and get it straig...















