Rabu, 18 Juni 2014
Minggu, 13 April 2014
Minggu, 09 Maret 2014
tiket promo
<iframe width="300" height="300" frameborder="0" scrolling="no" src="http://www.utiket.com/api2/bestpromoflights.asp?lng=indonesia&cur=IDR&domestic=&pid=&size=300&dep=KOE&des="></iframe>
Jumat, 10 Januari 2014
Saat Menjalani Ujian adalah Saat Kita Dimurnikan Tuhan
Saat Menjalani Ujian adalah Saat Kita Dimurnikan
Tuhan
( Mazmur 66 : 1 – 12 )
Nats Pembimbing : Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah
memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak (Mazmur 66:10)
Orang beragama & orang atheis,
orang tahanan dan orang bebas, dia yang terkenal baik dan saya yang terkenal
jahat, punya harapan yang sama. Setiap orang berharap agar dirinya baik – baik
saja, hidupnya terhindar dari berbagai
tantangan dan kesulitan. Mau bukti ?
1.
Pendeta yang biasanya dapat cap
“orang baik” tiap hari menjalankan
pelayanan sambil berharap dirinya sehat,
punya cukup uang dan bahagia bersama keluarga.
2.
Apakah ada orang yang jalankan
rencana perampokan sambil berharap… semoga kali ini beta gagal merampok? Apakah
ada seorang pencuri yang bongkar orang
pung rumah malam – malam sambil berharap “semoga kali ini beta ditangkap”? ada
ko? Tidak ada…
Semua orang, yang buat baik ataupun
yang buat jahat punya harapan yang sama, dirinya baik – baik saja, sehat –
aman, bahagia dst. Setuju??? … Terima kasih
Manusia adalah mahluk yang suka
menilai dan cepat memberi respon terhadap perilaku sesame yang dipandang jahat.
Contoh : kalau ada teman
yang suka bacari hal, kita akan nilai dia sebagai “orang jahat” dan kita
akan berusaha untuk menghindari dia. Kalau suatu ketika dia mendapat ganjaran
karena perbuatan jahatnya, kita bilang apa? Apakah kita bilang “ee kasian dia
ee” atau kita bilang “surasa…mampooooosss!!!!”. Lebih banyak yang mana? Antara
“ee kasian dia dan surasa .. mampos” mana yang lebih sering kita ucapkan??? Silahkan
jawab sendiri.
Reaksi seseorang terhadap kesulitan
yang sedang ia hadapi, (terlepas dari penyebab kesulitan itu, apakah dirinya
sendiri atau orang lain sebagai penyebab),
sangat dipengaruhi oleh tanggapan / reaksi orang – orang di sekitarnya.
Jika orang – orang di sekitar dia
memberi reaksi positif : menguatkan dan mendukung dia agar tabah dan kuat
menjalani kesulitan itu, maka seiring dengan berjalannya waktu dia akan menjadi
sadar bahwa dia terbatas, manusia biasa yang punya salah tetapi mau berubah
menjadi baik.
Tetapi jika orang – orang di
sekitarnya memberi reaksi negative : mengecam dan mengucilkan dia maka seiring dengan berjalannya waktu dia
akan berusaha membangun mekanisme pertahanan diri agar orang lain menganggap dia
benar dan juga kan sangat membenci dan menolak kesulitan yang sedang
dihadapinya. Dia menjadi pendendam. Menjalani masa sulit sambil merencanakan
pembalasan dendam… Lu tunggu eee… beta keluar dari sini lu abis…begini – begini
beta su pernah hidup di Rutan ni…
Saudaraku bagaimana pandangan kristen
tentang kesulitan dan tantangan hidup yang kita alami, baik itu kesulitan
akibat perbuatan kita sendiri maupun
kesulitan karena perbuatan orang lain maupun system???
Pembacaan Alkitab tadi adalah mazmur
yang berisi nyanyian syukur Israel karena Allah telah menolong mereka dari
berbagai kesulitan hidup. Mereka
menjalani hidup yang sulit :
1.
Dikejar musuh tetapi Allah membuka
jalan yang tak mungkin menurut manusia (membelah laut teberau menjadi jalan
untuk umat menyelamatkan diri dan membuka jalan di tengah sungai yordan
sehingga umat di bawah pimpinan Yosua bisa menyeberang) _ Ay.6
2.
Mengalami tekanan dan ancaman dari
bangsa lain yang menjadi musuh tetapi Allah membuat mereka menang dalam
berbagai peperangan. _Ay.7
3.
Allah mempertahankan jiwa mereka di
dalam hidup dan tidak membiarkan kaki mereka goyah_Ay.9
Umat Israel meyaksikan bahwa setiap
keadaan itu membuat mereka menjadi sama seperti orang yang sedang terjerat
dalam jaring di bawah air sambil mengikat beban di pinggang sehingga tak
berdaya untuk bisa melepaskan diri. Sementara
Mereka mau melepaskan diri, ada orang yang jalan di atas kepala mereka sehingga
tak mereka tak berdaya. Tetapi Allah melepaskan mereka karena itu mereka
mengajak semua orang untuk menyanyikan kuasa kebesaran dan kasih setia Allah
yang melepaskan dan membebaskan itu. Yang menarik di sini adalah umat Israel
memahami bahwa setiap kesulitan itu mereka alami karena Tuhan sedang memurnikan
mereka, seperti orang yang memurnikan perak.
Seperti perak dimurnikan dengan api,
hidup kita pun seringkali dimurnikan oleh Tuhan dalam tungku kesulitan dan
tantangan yang membuat kita menderita jiwa dan raga.. Dalam kesedihannya
pemazmur berkata, “Kami telah menempuh api” (Mazmur 66:12).
Proses pemurnian memang dapat sangat
menyakitkan, tetapi tidak akan menghancurkan. Allah, Sang Pemurni duduk di
dekat tungku untuk menjaga nyala api. Dia tidak akan membiarkan kita dicobai
melebihi kemampuan kita; ketika saya
sakit parah, ketika saudara berada dalam tahanan, ketika saudara
mengalami masalah RT, percayalah Allah tidak jauh, Allah ada bersama dan di
dekat kita. Allah sudah memperhitungkan
semua hal ini kita alami demi kebaikan kita.
Mungkin ada yang bilang : iya pdt
omong begitu karena sonde rasa beratnya hidup di tahanan na… saya memang tak
merasakannya secara langsung tapi saya bisa membayangkan : betapa tak enaknya berpisah dgn keluarga
dan jauh dari rumah, betapa meresahkan saat menunggu waktu sidang dalam
ketidak-pastian, dan hati yang sakit
mengingat semua kenangan indah saat hidup bebas.
Saudaraku… Kita barangkali tidak
dapat mengerti mengapa kita harus menanggung kesengsaraan tahun demi tahun.
Cobaan seakan-akan tidak akan pernah berakhir dan tidak ada tujuannya.
Hari-hari yang kita jalani tampaknya berlalu dengan sia-sia. Kita merasa
seakan-akan tidak melakukan sesuatu hal yang berarti.
Akan tetapi saudaraku, Allah tidak
pernah mengerjakan sesuatu yang sia- sia—kita sedang dimurnikan. Dia
menempatkan kita ke dalam tungku pencobaan supaya kita memperoleh kesabaran,
ketaatan, kerendahan hati, belas kasih, dan juga keunggulan lain yang belum
kita miliki.
Jadi, janganlah takut dan jangan
menggerutu. Pencobaan saya dan saudara saat ini, betapa pun pedihnya, sudah disaring
melalui hikmat dan kasih Allah.
Ingatlah Allah, Sang Pemurni sedang duduk
di samping tungku, menjaga nyala api, mengamati prosesnya, menunggu dengan
sabar sampai wajah-Nya terpantul di permukaan hidup kita, sampai hidup kita
memancarkan kasih dan kemuliaanNya.
Kekasih – kekasih Tuhan, dari
perenungan ini saya mau menekankan 2 hal ini bagi kita :
1.
Bagi saudara yang adalah tahanan :
betatapun keadaan di tempat ini sulit, tetaplah memiliki harapan yang baik, karena
harapan yang baik akan mendorong kita untuk bertahan sampai pada akhirnya.
Saudara keluar dengan keberuntungan : Hidup saudara telah dimurnikan Tuhan dan
saudara menjadi berkat untuk kami yang di luar tahanan. Dalam menjalani masa
sulit ini, bersandarlah pada Tuhan. Entahkah ujung jalan hamper ditemui ataukah
masih jauh, Tuhan akan setia menuntun saudara.
Tuhan menjadi tempat pengungsianmu. Tuhan mengenal orang – orang yang berlindung
padaNya.
2.
Bagi kita yang bukan tahanan :
Didiklah diri sendiri untuk selalu memberi tanggapan / reaksi positif dan
menghindarkan diri dari mengecam para tahanan. Jangan pernah bilang “surasaaaa
atau mampoooosssss !!! …. pada mereka.Belajarlah untuk lihat cermin dulu
sebelum member tanggapan / reaksi.
Mari dukung dan berjuang bersama mereka agar ada pertobatan,
ada keadilan dan kebenaran yang nyata. Karena mereka juga adalah sesame kita,
sebelah badan kita (Aok Bian – Dalek Esa – Satu perut).
Jumat, 01 November 2013
Interior | Desain Rumah | Furniture | Dekorasi Rumah: Desain Pot Minimalis
Interior | Desain Rumah | Furniture | Dekorasi Rumah: Desain Pot Minimalis: Memiliki pot yang unik tentu akan sangat menunjang penampilan eksterior dan dekorasi dari rumah dan taman Anda. Banyak pilihan untuk memilik...
Minggu, 01 September 2013
Senin, 08 Juli 2013
Tanggapan Jemaat Terhadap Karya Roh Kudus
Tanggapan
Jemaat Terhadap Karya Roh Kudus
(Kisah
Para Rasul 2 : 41 - 47)
Nats Pemb : Filip 2 : 1-3a
Salah
satu ciri mahluk hidup adalah memberi tanggapan terhadap suatu hal atau
kejadian yang menimpa dirinya maupun orang lain. Hukum Aksi – Reaksi. Ada tanggapan yang
bersifat positif-negatif. Ada tanggapan yang efeknya kurang, ada yang normal
dan ada juga yang luar biasa. Penilaian pribadi dan penilaian pihak lain
tentang tanggapan seseorang biasanya subyektif, tergantung dari sudut pandang
mana kita menilai. Sebagai orang Kristen, mari dengan sadar kita belajar untuk
memikirkan apa tanggapan Tuhan terhadap pikiran kita, kata-kata kita, sikap dan
perbuatan kita.
Bacaan
kita tadi bercerita tentang bagaimana tanggapan orang – orang yang mendengar
Petrus berkhotbah tentang kebangkitan Yesus dan karya Roh Kudus dalam peristiwa
pentakosta itu. Para pendengar ini menerima / mengaminkan khotbah Petrus dengan
cara memberi diri mereka untuk dibaptis dan hari itu jemaat Mula – mula
terbentuk dengan jumlah yang bertambah dari sebelumnya yaitu kira-kira 3000
orang. Tentulah ini pentakosta dan
khotbah Petrus mengubah pandangan banyak orang tentang siapa itu Yesus. Tetapi kita lihat disini bahwa tanggapan
mereka bukan hanya memberi diri untuk dibaptis saja sehingga tercatat sebagai
anggota jemaat mula- mula, tetapi lebih dari itu. Ada beberapa hal penting
sebagai tanggapan jemaat disini :
1. Tanggapan
Pertama : Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul (ay.42a). Mestinya reaksi kita terhadap karya
keselamatan Allah tidak hanya terlihat pada sakramen : baptisan dan perjamuan
kudus saja. Reaksi kita juga harus Nampak dalam kesediaan untuk terus – menerus
mendengar dan melakukan pengajaran Kitab Suci.
Kekasih Tuhan, Bertekun dalam mendengar pengajaran ini adalah
hal yang sangat penting. Mengapa? Karena setiap pengajaran tentang isi kitab
Suci memberi hikmat kepada kita dan menuntun kita kepada jalan keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus (2 Tim
3:15-17). Ini berarti reaksi jemaat mula- mula terhadap karya Roh Kudus
& rasul Petrus adalah Reaksi
Positif. Bagaimana dengan kita? Kecenderungan kuat sekarang adalah ada
banyak orang Kristen yang tidak suka mendengar pengajaran tentang isi Alkitab.
Contoh : Khotbah kalo su terlalu lama orang mengantuk atau mengomel. Bercerita
dengan teman terdekat dst. Atau jika pengajaran hari itu pas dengan kita : ada
yang terima lalu sadar, tapi ada yang marah – marah dan tersinggung; pendeta su
khotbah apalai ni… pasti sangaja singgung beta ni… beta sonde akan datang
gereja lae … ini berarti ada masih
banyak orang Kristen yang member reaksi negative terhadap Karya Roh Kudus dan
pengajaran tentang kitab suci yang telah didengarnya. Amin saudara? Jika
demikian, mari kita beri diri untuk dituntun Roh Kudus sehinggga bisa memberi
reaksi positif.
2.
Tanggapan Kedua : Mereka bertekun dalam
persekutuan. Mereka semua bersatu. Hidup
bersama secara utuh. Dan persekutuan hidup jemaat mula- mula yang utuh ini
dibuktikan ketika mereka : (Mari kita
perhatikan dengan baik untuk menilai persekutuan kita sebagai jemaat )
a)
Meski ada banyak mujizat dan tanda yang
dilakukan oleh para rasul, tetapi para rasul dan jemaat tetap bersatu. Tidak
ada pengikut rasul A karna khotbah /
mujizatnya lebih hebat dari rasul B. Bagaimana dengan kita? Biasanya di jemaat itu
ada pengikut penatua A, ada pengikut Penatua B. Ada kelompok pendeta A, ada
Pendeta B, jemaat terpecah – pecah.
Sebenarnya ini tidak perlu terjadi karena MUjizat, tanda ajaib dan
pengajaran itu ada untuk memperkuat iman jemaat, bukan untuk mencari nama bagi
orang yang melaluinya mujizat, tanda ajaib dan pengajaran itu Tuhan beri. Jika saya sebagai pendeta dengan sadar
merancang khotbah ini atau melakukan pelayanan apapun dengan maksud agar jemaat
mengidolakan saya, puji nama saya dst… itu berarti saya sedang mencari
kemuliaan diri dan sambil berusaha menggeser kemuliaan Allah. Apakah bisa?
Apakah saya akan dapat kemuliaan nanti? Mungkin Pujian jemaat akan saya dapat,
tetapi akan ada waktu dimana orang yang memuji saya itu juga akan menghujat
saya.
b)
Mereka Menjadikan Segala kepunyaan /
milik mereka sebagai kepunyaan bersama. Apa yang dimiliki seorang jemaat dapat
dinikmati oleh anggota jemaat lain. Selalu ada anggota jemaat yang bersedia
menjual harta miliknya kemudian uang hasil penjualan itu dibagikan kepada semua
orang sesuai keperluan / kebutuhan masing – masing. Dengan kata lain selalu ada
anggota jemaat yang bersedia mengorbankan apa yang menjadi miliknya agar dapat
memenuhi kebutuhan / keperluan anggota jemaat lain. Ini berarti prinsip hidup
berbagi dan sepenanggungan yang dipraktekkan disini. Bagaimana dengan hidup
persekutuan kita? Jika kita mau jujur
ada banyak dari orang yang Kristen yang hidup dalam prinsip : prinsip Lu – Lu, Beta – Beta; bersikap egois
/ mementingkan diri sendiri. Katong dua baosadara ma uang sonde basodara Oooo. Jika kita ada orang yang minta pertolangan
pada kita berulang kali, apa yang kita bilang : mari…mari. Aman sa beta pasti
tolong. Ataukah kita muka asam dan bilang tolong satu dua kali bae ma, kalo su
ulang – ulang begini, lama-lama ju beta rasa ang? Kira beta sonde ada kebutuhan
ju ko? Saudaraku, bagi mereka yang dalam kekurangan tetapi bersedia berbagi
dengan mereka yang membutuhkan, alkitab berkata (saya ajak kita AMSAL 11:
24-25) “Ada yang menyebar harta tetapi
bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu
berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi
minum, ia sendiri akan diberi minum”.
Ini berarti dalam perhitungan ekonomi : memberi = kurang tetapi dalam perhitungan Alkitab, memberi = cukup.
c)
Mereka bertekun dan dengan satu hati
mereka berkumpul tiap – tiap hari dalam Bait Allah, kemudian Mereka memecahkan
roti di rumah masing – masing secara bergilir dengan gembira dan tulus
hati. Mereka makan bersama sambil memuji
nama Allah. Bagaimana dengan kita?
Saya tidak mengajak
kita untuk kasih tinggal rumah, tiap hari / sepanjang hari kita ibadat di
gereja. Tidak. Tapi berdasarkan pengajaran ini, saya mau ajak kita untuk
menjawab setiap panggilan pelayanan di gereja dan di rumah dengan satu hati, dengan gembira dan tulus hati
untuk memuji nama Allah. Jangan duduk ibadat bersama tapi ada bamarah.
Jangan ada jadwal pelayanan di rumah kita mengomel : hmmm tarlaen katong pung
rumah sa tarusss… atau, neu beta kasih persembahan ma ingat ko layani iko beta
pung mau, kalau sonde awas lu….
3.
Tanggapan anggota jemaat mula – mula terhadap
karya Roh kudus dan pengajaran para rasul ini adalah tanggapan yang luar biasa
dan positif. Buktinya jemaat mula- mula ini disukai oleh semua orang dan tiap
hari jumlah mereka semakin bertambah karena semakin banyak orang yang suka cara
hidup mereka dan percaya kepada Yesus.
Ini berarti kita tak perlu repot – repot cari jalan / bujuk orang supaya orang suka kita, suka persekutuan
kita. Cukuplah dengan berusaha di gereja, di rumah, di tempat kerja dan
sekolah, di mana saja, kita memberi reaksi positif terhadap karya Roh Kudus dan
pengajaran alkitab yang telah kita dengar. Dengar dan lakukan. Dengan
sendirinya orang lain memberi penilaian positif dan efeknya akan luar biasa.
Orang akan menerima kita dan datang pada kita untuk bersama mereka kita puji Tuhan. Bukan hanya orang lain yang terima dan suka
kita, Tuhan pun demikian. Berbicara
tentang apa tanggapan Tuhan terhadap pikiran, kata, sikap dan perbuatan kita
saya ingin menceritakan kembali sebuah dialog
imajiner Judulnya
“Tuhan
Tolak, Iblis Tersinggung”
Seorang anak lulus
ujian nasional dan keluarganya buat ibadat syukuran.
Sepanjang waktu ibadat
syukur ujian itu, Tuhan geleng – geleng kepala sambil mendecak : ckckckc ah ah
ah… sementara itu Iblis mondar – mandir sambil mengomel.
Selesai ibadat, si anak
memberi sambutan.
Anak
:
pertama-tama, saya bersyukur kepada Tuhan karena telah ikut campur tangan
sehingga saya bisa menyelesaikan pendidikan di bangku SMA dan lulus ujian ini.
Tuhan
:
Hmmm apa? Coba lu omong ulang? Dari tadi beta lihat pendeta pimpin ibadat ni
beta bingung. Basong buat ibadat syukur pada sapa? Syukur kepada Tuhan? Beta ni??
Lu kira beta ikut
campur tangan waktu lu bolos sekolah dan duduk bakumpul di blakang kantin
dengan lu pung kawan? Lu kira beta ikut campur tangan waktu sekretaris kelas
isi daftar hadir lu ADA padahal lu ALPA? Lu kira beta yang tolong lu waktu lu
menyontek waktu ujian? Lu kira beta kasih lu berkat waktu lu dapat bocoran soal
UN? Lu kira beta ikut campur tangan waktu
guru terpaksa katrol lu pung nilai kasih naik??? Itu bukan beta. Itu iblis pung
kerja jadi lu tak usah bersyukur pada Beta. Pi minta trima kasih di Iblis sana.
Lu mengaku beta pung anak ma andia lu sonde pernah mau dengar beta.
Iblis
:
jangan datang di beta lai. Beta su boleh kerja bantu lu setengah mati baru lu
buat ibadat syukur untuk Tuhan. Lu bilang Tuhan yang campur tangan bantu lu ko
lulus. Beta yang kerja sama-sama dengan lu ma lu bilang Tuhan… lu sonde tau
trima kasih. Beta tersinggung dengan lu
pung cara ni. Tuhan tolak, iblis tersinggung.
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
“Sang Pendeta” Kalau ia muda dianggap kurang pengalaman Tapi bila rambutnya beruban, ia dianggap terlalu tua Kalau keluarganya be...
-
Tuhan Itu Penopang dan Penegak Bagi Semua Orang Yang Jatuh & Tertunduk (Mazmur 145 : 8 -21) Setiap orang pasti pernah mengal...
-
Tanggapan Jemaat Terhadap Karya Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2 : 41 - 47) Nats Pemb : Filip 2 : 1-3a Salah satu ciri mahluk hi...
-
Orang bilang “menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan. Menanti adalah hal yang paling menjengkelkan”. Betul ko sonde? Menunggu...
-
Nats Pembimbing : Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak ( Mazmur 66:10 ) Or...
-
Setiap orang yang sadar akan kesalahannya di masa lalu dan memutuskan untuk bertobat, tentu pernah bertanya, paling kurang pada dirinya se...
-
Pemahaman Alkitab II Tawarikh 17 : 1 – 19 Senin, 01 Juli 2013 I. Pengantar Pada saat seseorang atau sekelompok o...
-
Tanggapan Tuhan terhadap Sikap Hidup Kita Kebanyakan orang akan memikirkan tanggapan orang lain terhadap kata-kata dan sikapnya. Kita in...
-
How am I supposed to live without you I could hardly believe it When I heard the news today I had to come and get it straig...



















